bootstrap responsive templates

Sampai pemasangan mesin pada tahun 1970-an menjadi alasan untuk mengubah bentuk lambung perahu-perahu Nusantara, kebanyakan perahu buatan Bontobahari dibangun dengan mengikuti salah satu 'cetak biru' tradisional yang dalam bahasa setempat, Konjo, dinamakan tatta.  Antara lain, sistem tatta itu menentukan jumlah, posisi, panjang dan bentuk masing-masing papan lambung dan pola pemasangannya.  Simaklah caranya pada rumus tatta tallu 'milik' para panrita lopi asal Lemo-Lemo di samping ini!

Mobirise

Rancang bangun tatta tallu ini dapat menghasilkan perahu berukuran kecil dan sedang seperti pajala, pagai atau patorani. Kalau menambah beberapa papan panjang di atas lambung, tipe perahu historis padewakang atau pun lambung khas perahu pinisi, palari, dapat dibangun dengan mengikuti rumus ini. Bagaimana pun, untuk merancang perahu yang lebih besar –seperti, misalnya, lambung tipe jonggolang–, maka pada suatu saat pertengahan pertama abad ke-20 tukang perahu asal kampung Ara menciptakan rancang biru tatta appa, ‘potongan empat’.

Anda dapat menyumbang informasi tentang pola bangun perahu tatta appa itu?  Hubungi kami!