Sejak pada tahun 1970-an makin banyak perahu dilengkapi dengan mesin penggerak, rancangan lambungnya dengan cepat berubah: Tipe-tipe 'tradisional' yang lancip buritannya kurang memungkinkan pemasangan has baling-baling dan kemudi tengah, sehingga lambung tipe lambo dengan buritan segi-empatnya menjadi alternatif.
Pada lambung tipe lambo itu papan-papan bagian buritannya tak dipasang kepada sebatang linggi, tetapi ‘memanjang bebas’ ke arah belakang, tanpa adanya dudukan pada lunas atau bagian struktural utama lambung lainnya. Alhasil, kekuatan bagian buritan itu berada pada gading-gading dan senta/stringer saja. Hal ini dapat menyebabkan efek hogging pada bagian buritan yang dengan sangat mengurangi daya tahan lambung.